SAHUR BERSAMA
SAHUR Ala Ndalem Kebun Kacang
Tanpa terasa sang waktu demikian cepat merambat, sehingga dengan penuh semangat tanpa merasa berat, kami warga Ndalem KK kembali dapat menjalani ”ritual” tahunan ibadah puasa Ramadhan.

Meski dari segi jumlah peserta yang mempunyai komitmen tinggi untuk nguri-uri tradisi ala Ndalem KK ini untuk tahun ini sedikit menurun, dikarenakan beberapa ksatria lama telah lengser ksatriyan manjalani tour of duty di jagad yang berbeda termasuk si Bagor keponakan Bu Ageng, paling tidak masih ada saya, Gus Puad, Wan Abid serta suadara Yerri tanpa ”Tomm”nya. Sedikit sepi memang tanpa kelakar si Bagor yang lugu dan konyol melempar omongan lugu-lugu bathoknya.
Sahur perdana selalu menjadi momen istimewa, terlebih untuk tahun ini sahur langsung dihadiri oleh sedulur Topik van Mount Island, yang sekaligus membuka ritual tahunan ini. Acara sedikit sumringah ketika Wan Abid, yang kebetulan ksatria ragil di Ndalem KK, sedikit grogi sehingga salah ambil dan memegang sendok di kedua belah tangannya, padahal lazimnya orang dhahar memegang sendok di tangan kanan dan garpu di tangan kiri. Dan yang lebih unik, hal tersebut berlangsung sekian menit tanpa disadarinya. Lucune lagi Wan Abid protes kenapa si Herman(yang waktu sekolah nilainya jelek terus sehingga harus selalu ”her”:-)) kok tidak dibangunkan, dia tidak sadar bahwa Herman mempunyai keyakinan yang berbeda dengan kami.

Satu hal yang pasti, bahwa semangat kebersamaan dan budaya kolektivitas yang dimiliki bangsa kita sebenarnya merupakan aset dan modal yang sangat berharga bagi eksistensi sebuah peradaban bangsa. Oleh karena itu, marilah kita jadikan momentum Ramadhan 1427 H kali ini untuk kembali menggalang kemanunggalan untuk menggapai manunggaling kawula Gusti.










klo ditempatku ya sahur bersamanya di warung sih...
sekarang lg nyari masjid yg nyediain menu buka bersama
alas ta'jil (klo istilah di jogja) jadi inget Jogja (Comment this)
kepala keluarga he hehe...sori...
Selamat berpuasa! (Comment this)
(Comment this)