Jumat, Oktober 06, 2006

RENUNGAN RAMADHAN

BAHKAN TUHANPUN BERPUASA

Sejarah peradaban manusia sebagaimana sering dipaparkan oleh para khatib atau ustadz telah memiliki tradisi puasa semenjak penciptaan sang Adam, manusia pertama. Bukankah inti daripada puasa merupakan pengendalian kenginan terhadap sesuatu yang menurut hukum dasarnya adalah diperbolehkan untuk manusia. Begitupun Adam, sebagai penghuni surga waktu itu, mempunyai kewajiban untuk mempuasai berdekatan apalagi memetik buah khuldi.

Makan pada prinsipnya halal bagi manusia, tetapi kita diminta menahan diri untuk tidak makan semenjak terbit fajar hingga matahari tenggelam ketika kita menjalankan puasa. Begitupun minum dan hal lain yang membatalkan puasa. Tahapan puasa demikian sering disebut sebagai puasa fiqihiyyah. Tataran berikutnya tidak hanya meninggalkan hal yang dapat membatalkan puasa, tetapi lebih dari itu, meninggalkan hal yang membatalkan pahala puasa. Tataran ini sering disebut tataran uluhiyyah.

Sebagaimana sering disampaikan bahwa kebanyakan ibadah yang diwajibkan kepada manusia adalah untuk kemaslakhatan mnausia itu sendiri. Berbeda dengan puasa, bahwasanya Allah menyatakan khusus ibadah puasa adalah untuk-Nya. Hal tersebut bukan berarti bahwasanya Tuhan membutuhkan puasa hambanya untuk mengukuhkan kekuasaannya sebagai penguasa alam semesta. Ungkapan tersebut sebenarnya merupakan makna kiasan betapa Tuhan sangat ingin dekat dengan hamba-Nya dengan landasan limpahan kasih dan cinta-Nya yang tiada pernah terkira. Tuhan sedang mengungkapkan cinta-Nya, seraya seolah merendah bahwa Ia sangat-sangat membutuhkan puasa hamba-Nya.

Puasa sebenarnya mempunyai makna yang jauh lebih luas daripada sekedar menahan lapar dan dahaga. Ketika kita mempunyai keinginan memiliki sesuatu, kemudian kita berpikir untuk menangguhkan atau bahkan membatalkan keinginan tersebut dengan pertimbangan bahwa keinginan kita akan lebih cenderung mambawa kemadharatan daripada kemanfaatan terhadap kepentingan ummat, maka sesungguhnya kita tengah berpuasa. Sesuatu sebagaimana dimaksud di atas bisa berupa tindakan melakukan sesuatau, baju, mobil, rumah, wanita, kekuasaan, harta benda, pangkat dan jabatan dan lain sebagainya.

Bahkan sesungguhnya, Tuhan tidak hanya memerintahkan hamba-Nya berpuasa, tetapi Tuhan sendiripun berpuasa. Tuhan sangat-sangat menahan diri untuk melakukan tindakan pengadzaban terhadap segala perilaku manusia di muka bumi yang semakin tidak tahu diri. Tuhan senantiasa melimpahkan nikmat dan karunia-Nya kepada manusia. Tanah yang subur, kekayaan alam, lautan yang luas, bahan galian dan tambang yang melimpah semuanya diberikan kepada manusia untuk kesejahteraannya. Tetapi kebanyakan dari manusia tidak mau bersyukur dan tidak mempergunakan amanat Tuhanya untuk menciptakan kemakmuran bumi.

Manusia semakin serakah merusak alam dan tata nilai serta peradaban yang telah diwahyukan Tuhan melalui para Nabi dan Rasul-Nya. Tindakan pengrusakan alam, korupsi, kolusi, nepotisme, kebohongan, kemunafikan, kesyirikan dan kemurtadan semakin merajalela. Dalam kondisi sedemikian, semestinya Tuhan bisa langsung menghukum hamba-Nya dengan menurunkan adzab dan siksa-Nya. Tetapi sampai saat ini, Tuhan sangat-sangat menahan diri untuk melakukannya, dan bukankah ini berarti Tuhan sedang berpuasa. Kita tidak bisa membayangkan sama sekali seandainya Tuhan berbuka dari puasanya. Barangkali peristiwa tsunami Aceh, gempa Jogja, letusan Merapi, luapan lumpur Sidoarjo, banjir bandhang, tanah lonsor, dan segala bencana lain yang lebih dahsyat akan segera beruntun menimpa kita. Komponen struktur alam yang selama ini diam, akan segera dengan serta merta hidup dan menyerang manusia.

Peristiwa-peristiwa besar yang wela-wela ketok mata begitu ternyata belum mampu membangkitkan kesadaran kita. Bahkan tindakan korup, perdagangan hukum dan keadilan, tindakan asusila, pornoaksi dan pornografi semakin menjadi di negeri yang katanya mayoritas muslim ini. Setoran amalan yang kita kirimkan ke langit senantiasa tindakan tercela dan penuh lumuran dosa. Ya Tuhan, semua terserah titah-Mu. Semoga senantiasi Engkau lindungi sekalian hamba-Mu yang masih mau mengamalkan ajaran-Mu.

Posted by Nananging Jagad at 10:54:02 | Permanent Link | Comments (13) |
Komentar
1 - moga ramadhan ini kita bisa jadi orang-orang yang bener-benar lulus dari pendidikan ramadhan.Sehingga dapat berpuasa sepanjang masa, menahan hawanafsu yang datangkan muhdarat.Amin Ya Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang, Ya Allah kurindu Mencintai-Mu (Comment this)

Ditulis oleh: ratna at 2006/10/06 - 11:05:52
2 - wah dowo tenan .... :( (Comment this)

Ditulis oleh: bahtiar at 2006/10/06 - 14:07:12
3 - menungsone sansoyo ndableg, dikasih bencana mbegegeg ndhendheng.. gak berubah. mugo0mugo ndang nyadar.... lan gelem mertobat.. :) (Comment this)

Ditulis oleh: Mbah Dipo at 2006/10/07 - 08:23:55
4 - wah, panajng juga ya...
tapi kalo tuhan puasa, berarti terbelenggu dong..
padahal, yang dibelenggu dibulan ramadhan itukan setan??? (Comment this)

Ditulis oleh: sky at 2006/10/07 - 14:59:22
5 - gusti alloh ki pendak dino poso, yen di kusus ke .. gek posone koyo ... (Comment this)

Ditulis oleh: opo yoo ? at 2006/10/09 - 13:37:50
6 - perenungan sing jero... byuh! (Comment this)

Ditulis oleh: bangsari at 2006/10/10 - 11:33:29
7 - Tuhan aza berpuasa, apalagi manusia, bagus buat introspeksi, hi Nang ada PR buatmu di blogku (Comment this)

Ditulis oleh: awi at 2006/10/10 - 16:56:01
profile
8 - ratna, Wuaduh....tengyu, matur nuwun Mbak Ratna atas rawuhnya. Ya smoga memang dengan SYAWAL nanti meningkat juga kedewasaan kita dalam ngumawula kepada Gusti Allah. (Comment this)

Ditulis oleh: Nananging Jagad at 2006/10/11 - 10:43:52 in reply to: 1
profile
9 - bahtiar, Wuaduh Kang...yen nulise dawa, jarene kareben rejekine ya dawa mbanyu mili. (Comment this)

Ditulis oleh: Nananging Jagad at 2006/10/11 - 10:53:28 in reply to: 2
profile
10 - Mbah Dipo, Njiih leres Mbah, mugi wontenipun gara-gara ing jaman kalabendhu punika saged enggal mbikak babak enggal jagad ingkang langkung padhang. (Comment this)

Ditulis oleh: Nananging Jagad at 2006/10/11 - 13:06:45 in reply to: 3
profile
11 - sky, Emange setan sekarang masih dibelenggu? Lha wong sebenare setan sudah pada bingung karena kena PHK tidak ada lagi manusia yang lebih baik darinya untuk digoda je...mereka bahkan sudah sampai pada tahap takut kerasukan manusia to. Setan sekarang sudah sampai pada tingkat makrifat penciptaannya dimana mereka mengakui bahwa mereka takut kepada Tuhan. Apakah manusia takut kepada Tuhan? Apakah manusia masih bisa disebut manusia, sedangkan yang lebih tampak pada dirinya adalah tanda-tanda kebinatangan...... (Comment this)

Ditulis oleh: Nananging Jagad at 2006/10/11 - 14:44:59 in reply to: 4
profile
12 - awi, Wuaduh...belum apa-apa sudah dapet PR?terus ngerjainnya dimana, wong aku gak punya rumah je? (Comment this)

Ditulis oleh: Nananging Jagad at 2006/10/11 - 15:26:22 in reply to: 7
13 - maaf, sedikit mau menginformasikan, jika rekan2 disini ingin mendapatkan siraman rohani ataupun belum ingin. Cukup klik www.mediamuslim.info

semoga bermanfaat bagi kita semua
Inga Inga !! klik www.mediamuslim.info

Dan semoga berkenan menambahkan links www.mediamuslim.info di situs ini. Terima Kasih sebelumnya (Comment this)

Ditulis oleh: MM INFO at 2006/10/11 - 17:52:04
Tulis komentar