PERSELINGKUHAN AKBAR
---- Sari Ilmu Kenduri Cinta Februari 2007 ----
Pertama persuami-istrian Tuhan dengan makhluk-Nya, dalam hubungan percintaan ini terlihat betapa mutlak Tuhan memberikan segenap “hati-Nya” hanya untuk segenap makhluk dengan sifat Ar Rahman dan Ar Rahiim-Nya. Ar Rahman berarti cinta Tuhan yang meluas yang diberikan kepada setiap makhluk-Nya tanpa pandang bulu, baik yang taat maupun yang mbalelo sampai yang “makar” terhadap kekuasaan-Nya. Sedangkan Ar Rahiim berarti cinta Tuhan yang mendalam khusus diperuntukkan titahnya yang beriman dan taat terhadap segala perintah-Nya. Manusia diberikan udara untuk dihirup, air untuk diminum, biji-bijian untuk dimakan, kecerdasan otak untuk berpikir, singkat kata semua kebutuhan manusia dicukupi oleh Tuhan dengan menghamparkan segenap alam untuk kepentingan manusia dan ini berarti bahwa saham yang dimiliki oleh manusia untuk hidup di dunia ini 10000% mutlak milik Tuhan.
Dari seluruh saham yang dimiliki Tuhan tersebut, ternyata Tuhan hanya meminta 3,5% sebagai kompensasi ketahudirian kita untuk beribadah khusus. Angka 3,5% ini didapat dari bagian ayat Qur’an yang memerintah manusia untuk beribadah mahdzoh dalam artian shahadat, sholat, zakat puasa, dan haji. Hanya 3,5% padahal jika mau Tuhan berhak memerintahkan kita untuk sholat 50 kali sehari, bisa memerintahkan kita puasa sepanjang tahun dlsb. Namun ternyata Tuhan tidak melakukan itu karena sifat Ar Rahman Ar Rahiim-Nya. Jika kita menyadari hal tersebut betapa Tuhan sangat-sangat pemurah terhadap manusia, dan kita manusia sangat-sangat kurang ajar berkhianat kepada-Nya dengan perselingkuhan-perselingkuhan yang kita lakukan. Di dalam sholat kita selalu memohon diberikan jalan lurus dan terang, namun di luar sholat dalam setiap aktivitas pekerjaan, kita selalu memilih jalan yang gelap dan sesat. Dalam keseharian kita seringkali melupakan Tuhan dengan menuhankan hal yang lain. Uang menjadi tuhan, jabatan dan pangkat menjadi tuhan, dan masih banyak yang lain. Dengan demikian tuhan kita menjadi banyak, kemudian menjadi tuhantuhantuhantuhantu......
Persuami-istrian kedua antara manusia dengan alam. Semenjak awal penciptaan manusia, para penghuni langit khususnya jin dan malaikat protes keras terhadap Tuhan yang menitahkan manusia akan diberi amanat untuk memimpin alam semesta dengan alasan manusia hanya akan membuat kerusakan alam dan pertumpahan darah di muka bumi. Dan memang kenyataan itulah yang kemudian menjadi fakta sejarah. Manusia memperkosa alam dengan mengeksploitasi sumber daya alam secara semena-mena tanpa memperhitungkan kelestarian daya dukung lingkungan terhadap manusia terlebih di masa datang. Bukankah Tuhan sendiri telah berfirman, “Telah nampak nyata kerusakan di muka bumi akibat ulah manusia”? dan bukankah peruskan terhadap lingkungan hidup tersebut merupakan pengkhiantan terhadap alam yang telah memberikan segala hal kebutuhan manusia.
Persuami-istrian ketiga antara pemerintah dengan rakyatnya. Semenjak jaman kerajaan, jaman penjajahan sampai jaman alam merdeka saat ini, nampaknya rakyat senantiasa menjadi sapi perahan bagi para penguasa. Betapa tidak, rakyat yang telah mengamanatkan kedaulatannya di tangan para penguasa senantiasa dibebani dengan pajak dan upeti yang menjerat leher tanpa adanya kompensasi kesejahteraan dan kemakmuran hidup yang semestinya menjadi haknya. Pajak dari rakyat yang seharusnya dipergunakan untuk pembangunan demi kesejateraan, malah dikorup secara membabi buta oleh para “tikus-tikus kantor” yang bertopeng sebagai pahlawan pembangunan yang kesiangan. Rakyat hanyalah alat pembangunan untuk kekayaan sebagian elit negara.
Persuami-istrian jenis keempat adalah antara seorang laki-laki dan perempuan. Telah difirmankan-Nya bahwasanya telah diciptakan laki dan perempuan untuk saling berpasangan agar mereka mengetahui tanda-tanda kekuasaan-Nya dalam satu tali pernikahan yang sah. Pasangan hidup merupakan “prasyarat” kelengkapan manusia untuk menemukan sisi kemanusiaannya yang manusiawi, di samping untuk melestarikan spesies homo sapiens di muka bumi ini. Keharmonisan dan ketentraman dalam rumah tangga merupakan idaman setiap pasangan, namun di era masyarakat modern yang “sakit” saat ini, seringkali cita-cita luhur tersebut terkadang harus kandas di tengah jalan. Salah satu permasalahan yang melatarbelakangi pertikaian rumah tangga adalah melunturnya komitmen pada cita-cita yang seringkali muncul karena pandangan yang senantiasa “negatif oriented” dengan selalu melihat kelemahan orang dan membandingkannya dengan orang ketiga. Perselinthutan, inilah tren yang mewarnai kehidupan modern yang telah menghinggapi kehidupan mulai dari artis terkenal, politisi, akademisi danpihak lainnya. Hal tersebut tentunya sangat memprihatinkan moralitas kita sebagai manusia. Betapa di jaman ini orang begitu mudah melakukan kawin cerai bagaikan jajan kacang godhok di tepi jalan.
Dari keempat macam persuami-istrian di atas, nampaknya dewasa ini yang bernama kesetiaan dan kapatuhan terhadap suatu norma dan kaidah hidup sudah demikian meluntur. Aturan hidup bahkan ajaran agama telah banyak ditinggalkan manusia. Manusia dengan ketinggian hatinya telah mengangkat otaknya sebagai berhala baru. Segala hal yang bagi otaknya menguntungkan dan menyenangkan akan dikejarnya tanpa pertimbangan nilai dan moralitas. Perselingkuhan di segala sisi kehidupan telah menjadi FENOMENA yang merajalela merusak tatanan, menyebarkan virus kesengsaraan hidup, mendegradasi fungsi kekhalifan manusia dan akhirnya akan menjerumuskan manusia ke jurang kesengsaraan tak berujung sepanjang umur hingga di alam kubur. Tidakkah kita bisa belajar dari sini???










perselingkuhan dan pengkhianatan atas semua kaitan hubungan suami-istri diamna-mana!! (Comment this)
*bener ra yo?* (Comment this)
*nggumun* (Comment this)
ini background blognya dimana ya? indah sekali, hijau! saya kalau liat alam hijau begini langsung jatuh cinta deh!! (Comment this)
*ini background di kawasan menuju Puncak, sekitar Masjid At Ta'awun* (Comment this)
INGAT - jangan coba2 menyentuhnya... (Comment this)
-=he509x™=- (Comment this)
Makasih ya, sudah mampir dan komen di tempatku...seneng kenalan neh... (Comment this)