Senin, Februari 26, 2007

PERSELINGKUHAN AKBAR

---- Sari Ilmu Kenduri Cinta Februari 2007 ----


Ada empat macam hubungan persuami-istrian di dunia jagad raya ini, yaitu antara Tuhan dengan makhluk-Nya, antara manusia dengan alam, antara pemerintah dengan rakyatnya, dan antara seorang lelaki dengan perempuan.

Pertama persuami-istrian Tuhan dengan makhluk-Nya, dalam hubungan percintaan ini terlihat betapa mutlak Tuhan memberikan segenap “hati-Nya” hanya untuk segenap makhluk dengan sifat Ar Rahman dan Ar Rahiim-Nya. Ar Rahman berarti cinta Tuhan yang meluas yang diberikan kepada setiap makhluk-Nya tanpa pandang bulu, baik yang taat maupun yang mbalelo sampai yang “makar” terhadap kekuasaan-Nya. Sedangkan Ar Rahiim berarti cinta Tuhan yang mendalam khusus diperuntukkan titahnya yang beriman dan taat terhadap segala perintah-Nya. Manusia diberikan udara untuk dihirup, air untuk diminum, biji-bijian untuk dimakan, kecerdasan otak untuk berpikir, singkat kata semua kebutuhan manusia dicukupi oleh Tuhan dengan menghamparkan segenap alam untuk kepentingan manusia dan ini berarti bahwa saham yang dimiliki oleh manusia untuk hidup di dunia ini 10000% mutlak milik Tuhan.

Dari seluruh saham yang dimiliki Tuhan tersebut, ternyata Tuhan hanya meminta 3,5% sebagai kompensasi ketahudirian kita untuk beribadah khusus. Angka 3,5% ini didapat dari bagian ayat Qur’an yang memerintah manusia untuk beribadah mahdzoh dalam artian shahadat, sholat, zakat puasa, dan haji. Hanya 3,5% padahal jika mau Tuhan berhak memerintahkan kita untuk sholat 50 kali sehari, bisa memerintahkan kita puasa sepanjang tahun dlsb. Namun ternyata Tuhan tidak melakukan itu karena sifat Ar Rahman Ar Rahiim-Nya. Jika kita menyadari hal tersebut betapa Tuhan sangat-sangat pemurah terhadap manusia, dan kita manusia sangat-sangat kurang ajar berkhianat kepada-Nya dengan perselingkuhan-perselingkuhan yang kita lakukan. Di dalam sholat kita selalu memohon diberikan jalan lurus dan terang, namun di luar sholat dalam setiap aktivitas pekerjaan, kita selalu memilih jalan yang gelap dan sesat. Dalam keseharian kita seringkali melupakan Tuhan dengan menuhankan hal yang lain. Uang menjadi tuhan, jabatan dan pangkat menjadi tuhan, dan masih banyak yang lain. Dengan demikian tuhan kita menjadi banyak, kemudian menjadi tuhantuhantuhantuhantu......

Persuami-istrian kedua antara manusia dengan alam. Semenjak awal penciptaan manusia, para penghuni langit khususnya jin dan malaikat protes keras terhadap Tuhan yang menitahkan manusia akan diberi amanat untuk memimpin alam semesta dengan alasan manusia hanya akan membuat kerusakan alam dan pertumpahan darah di muka bumi. Dan memang kenyataan itulah yang kemudian menjadi fakta sejarah. Manusia memperkosa alam dengan mengeksploitasi sumber daya alam secara semena-mena tanpa memperhitungkan kelestarian daya dukung lingkungan terhadap manusia terlebih di masa datang. Bukankah Tuhan sendiri telah berfirman, “Telah nampak nyata kerusakan di muka bumi akibat ulah manusia”? dan bukankah peruskan terhadap lingkungan hidup tersebut merupakan pengkhiantan terhadap alam yang telah memberikan segala hal kebutuhan manusia.

Persuami-istrian ketiga antara pemerintah dengan rakyatnya. Semenjak jaman kerajaan, jaman penjajahan sampai jaman alam merdeka saat ini, nampaknya rakyat senantiasa menjadi sapi perahan bagi para penguasa. Betapa tidak, rakyat yang telah mengamanatkan kedaulatannya di tangan para penguasa senantiasa dibebani dengan pajak dan upeti yang menjerat leher tanpa adanya kompensasi kesejahteraan dan kemakmuran hidup yang semestinya menjadi haknya. Pajak dari rakyat yang seharusnya dipergunakan untuk pembangunan demi kesejateraan, malah dikorup secara membabi buta oleh para “tikus-tikus kantor” yang bertopeng sebagai pahlawan pembangunan yang kesiangan. Rakyat hanyalah alat pembangunan untuk kekayaan sebagian elit negara.

Persuami-istrian jenis keempat adalah antara seorang laki-laki dan perempuan. Telah difirmankan-Nya bahwasanya telah diciptakan laki dan perempuan untuk saling berpasangan agar mereka mengetahui tanda-tanda kekuasaan-Nya dalam satu tali pernikahan yang sah. Pasangan hidup merupakan “prasyarat” kelengkapan manusia untuk menemukan sisi kemanusiaannya yang manusiawi, di samping untuk melestarikan spesies homo sapiens di muka bumi ini. Keharmonisan dan ketentraman dalam rumah tangga merupakan idaman setiap pasangan, namun di era masyarakat modern yang “sakit” saat ini, seringkali cita-cita luhur tersebut terkadang harus kandas di tengah jalan. Salah satu permasalahan yang melatarbelakangi pertikaian rumah tangga adalah melunturnya komitmen pada cita-cita yang seringkali muncul karena pandangan yang senantiasa “negatif oriented” dengan selalu melihat kelemahan orang dan membandingkannya dengan orang ketiga. Perselinthutan, inilah tren yang mewarnai kehidupan modern yang telah menghinggapi kehidupan mulai dari artis terkenal, politisi, akademisi danpihak lainnya. Hal tersebut tentunya sangat memprihatinkan moralitas kita sebagai manusia. Betapa di jaman ini orang begitu mudah melakukan kawin cerai bagaikan jajan kacang godhok di tepi jalan.

Dari keempat macam persuami-istrian di atas, nampaknya dewasa ini yang bernama kesetiaan dan kapatuhan terhadap suatu norma dan kaidah hidup sudah demikian meluntur. Aturan hidup bahkan ajaran agama telah banyak ditinggalkan manusia. Manusia dengan ketinggian hatinya telah mengangkat otaknya sebagai berhala baru. Segala hal yang bagi otaknya menguntungkan dan menyenangkan akan dikejarnya tanpa pertimbangan nilai dan moralitas. Perselingkuhan di segala sisi kehidupan telah menjadi FENOMENA yang merajalela merusak tatanan, menyebarkan virus kesengsaraan hidup, mendegradasi fungsi kekhalifan manusia dan akhirnya akan menjerumuskan manusia ke jurang kesengsaraan tak berujung sepanjang umur hingga di alam kubur. Tidakkah kita bisa belajar dari sini???

Posted by Nananging Jagad at 08:59:23 | Permanent Link | Comments (26) |
Komentar
1 - zaman sekarang, yang namanya kesetiaan itu langka banget. eh kita jalan2 nya pas liburan doank lho, nggak setiap saat (Comment this)

Ditulis oleh: awi at 2007/02/26 - 12:45:46
2 - jaman edan mas!! jaman edan!!
perselingkuhan dan pengkhianatan atas semua kaitan hubungan suami-istri diamna-mana!! (Comment this)

Ditulis oleh: diditjogja at 2007/02/26 - 13:48:15
profile
3 - awi, Makin langka keberadaan sesuatu di dunia ini, maka makin berhargalah ia dan menjadi syarat mutlak keberlangsungan hidup manusia. (Comment this)

Ditulis oleh: Nananging Jagad at 2007/02/26 - 15:23:42 in reply to: 1
profile
4 - diditjogja, Jaman edan kabeh do ngedan wedi yen ra keduman...medeni!!! (Comment this)

Ditulis oleh: Nananging Jagad at 2007/02/26 - 15:28:02 in reply to: 2
5 - klo saya bilang saya setiya, apa njenengan mau sama saya :P~ (Comment this)

Ditulis oleh: Langit at 2007/02/26 - 17:26:09
6 - ada yg bilang selingkuh itu indah. Tapi inget bahwa kalau ketahuan selingkuh..... MODAR KOWE! mau di kemanakan mukamu? wekekekee! (Comment this)

Ditulis oleh: PriyayiSae at 2007/02/26 - 18:22:38
7 - apik Kang ... apiiik ... terutama sing bagian "perselinthutan" mengingatkanku pada dianya montir sepeda onthel yang berjuluk Veteran Perang Vietnam (Comment this)

Ditulis oleh: Moes Jum at 2007/02/27 - 00:05:19
profile
8 - Langit, Wuaduh....ampun pemrentah!!! (Comment this)

Ditulis oleh: Nananging Jagad at 2007/02/27 - 08:37:07 in reply to: 5
profile
9 - PriyayiSae, Mungkin asal nggak konangan wae amane...berarti harus menerapkan strategi gerilya seperti rumuse Kang Peteran Pietnam:-) (Comment this)

Ditulis oleh: Nananging Jagad at 2007/02/27 - 08:40:17 in reply to: 6
profile
10 - Moes Jum, itulah salah satu ragam bahasa yang secara kreatip diciptaken oleh para wong ndeso van pracimantoro...

*bener ra yo?* (Comment this)

Ditulis oleh: Nananging Jagad at 2007/02/27 - 08:43:04 in reply to: 7
11 - zaman sekarang mas, dimana perselingkuhan sudah seperti menu 4 sehat 5 sempurna... (Comment this)

Ditulis oleh: Tia at 2007/02/27 - 08:50:06
profile
12 - Tia, welha dalah....sudah ada pormulasi porsi gisi baru sperti begini to???kreatip yo...

*nggumun* (Comment this)

Ditulis oleh: Nananging Jagad at 2007/02/27 - 09:24:25 in reply to: 11
13 - Sing jenenge harom ki nengdi2 yo pinuk tho ya... :P (Comment this)

Ditulis oleh: Irwan at 2007/02/28 - 01:32:21
profile
14 - Irwan, Pinuk.... ning kabeh ki yo jer basuki mawa bea to? (Comment this)

Ditulis oleh: Nananging Jagad at 2007/02/28 - 08:49:17 in reply to: 13
15 - seedan2 nya jaman ini, tetap ada yang nggak ikut edan, tetap ada suami istri yang setia satu sama lainnya, semua tergantung dari individu masing2 khan?

ini background blognya dimana ya? indah sekali, hijau! saya kalau liat alam hijau begini langsung jatuh cinta deh!! (Comment this)

Ditulis oleh: ely at 2007/02/28 - 14:22:19
profile
16 - ely, Iyo bener sih mbak, apabila pada semua strata kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara semua terjadi penyimpangan, tinggal harapan satu-satunya kembali ke masing-masing tiap individu, mau pilih kebaikan atau kejahatan Tuhan mempersilahkan dengan konsekuensine masing-masing.

*ini background di kawasan menuju Puncak, sekitar Masjid At Ta'awun* (Comment this)

Ditulis oleh: Nananging Jagad at 2007/02/28 - 16:49:38 in reply to: 15
17 - dari sebuah hadits qudsi yg di sampaikan Rasulullah saw. Allah berfirman" manusia menyakitiKu, dia mencaci masa, padahal aku adalah pemilik dan pengatur masa, akulah yang mengatur malam dan siang menjadi silih berganti" ..(HR. Bukhari Muslim) (Comment this)

Ditulis oleh: PecintaLangit at 2007/02/28 - 18:02:46
18 - lalu..masih pantaskah kita menyakitiNya dg mengatakan bahwa zaman telah edan?... hhmm... hal yang sangat manusia. (Comment this)

Ditulis oleh: PecintaLangit at 2007/02/28 - 18:06:41
19 - turut prihatin dengan musibah perselingkuhan ini.
INGAT - jangan coba2 menyentuhnya... (Comment this)

Ditulis oleh: gaussac at 2007/02/28 - 19:52:04
20 - Perselingkuhan lawan dari harmonisasi, akan selalu ada selama hidup masih ada, meski itu negatif... (Comment this)

Ditulis oleh: Hedi at 2007/03/01 - 02:53:37
profile
21 - PecintaLangit, Memang kalau kita mau jujur menilai perbuatan kita, sangatlah tidak manusiawinya kita mengkhianati anugrah-Nya dengan segala macam setoran yang kita persembahkan ke atas langit, betapa kita hanyalah manusia2 pengkhianat.... (Comment this)

Ditulis oleh: Nananging Jagad at 2007/03/01 - 08:27:19 in reply to: 17
profile
22 - gaussac, Yo memang kalo mau slamet yo sing do waspodo, jangan hanya mikir penake dhewe. (Comment this)

Ditulis oleh: Nananging Jagad at 2007/03/01 - 08:31:49 in reply to: 19
profile
23 - Hedi, Memang mas setiap kebaikan dan keburukan selalu datang berpasangan untuk melakukan suatu dialektika abadi sepanjang jaman untuk pembelajaran bagi setiap makhuk-Nya yang mau berpikir.... (Comment this)

Ditulis oleh: Nananging Jagad at 2007/03/01 - 08:37:13 in reply to: 20
24 - Oalah ....... gimana mo sekingkuh, lah wong Nikah ae durung jeh .... *tersipuw*

-=he509x™=- (Comment this)

Ditulis oleh: MaNongAn at 2007/03/01 - 21:28:23
profile
25 - MaNongAn, Kuwi mung geri soal ngepaske ae to Mas.....ngepaske jodhone, dinone, modale, dll. (Comment this)

Ditulis oleh: Nananging Jagad at 2007/03/02 - 08:27:35 in reply to: 24
26 - Emang sebenernya selingkuh gak bisa dibenarkan, tp yg membahayakan gitu kok katanya lbh asik, makanya makin marak...heran sendiri deh ah....
Makasih ya, sudah mampir dan komen di tempatku...seneng kenalan neh... (Comment this)

Ditulis oleh: endang at 2007/03/09 - 18:09:21
Tulis komentar