Kamis, Maret 01, 2007

Al Wudun bin Menyun

ROSO SAKIT Itu......

Al kisah sudah kurang lebih empat hari ini, saya diberi nikmat berupa sebuah miniatur gunung sisa lumpur Lapindo Brantas di janggut sisi kanan saya. Awalnya saya kira gundukan nylekit itu hanya merupakan cikal bakal sebuah jerawat yang sebenarnya jarang mendera para priyagung. Sejak hari pertama bintik kecil itu muncul, si Enjeli cucune Bu Ageng selalu mengunyel-ngunyelnya seakan mendapatkan mainan baru yang unik.

Lha kok hari-hari berikutnya bengkak itu kian membesar dan menyadikan roso kaku dan senut-senut di sekitar tulang rahang saya. Meski tanpa ada pemberitaan dari Badan Vulkanologi maupun BPPTK, saya kemudian berinisiatif melakukan investigasi akan hal apa gerangan yang telah terjadi dan langsung saya putuskan, melihat kecenderungan peningkatan gunung mini tersebut, bahwasanya saya harus memasuki kesiapan Siaga I. Yang paling nggak lazim sebenarnya adalah posisi al wudun tersebut yang mendungul di atas janggut yang ”nawon kemit” tersebut. Selidik punya selidik, sepertinya di daerah persendian rahang kanan tersebut merupakan jalur patahan yang sangat memungkinkan terjadinya tumbukan lempeng ”ngisor gulu” dan ”nduwur janggut” yang mengakibatkan pengangkatan lempeng dan timbullah apa yang disebut fenomena al wudun tersebut(ketok ngawure to...).

Mengenai fenomena al wudun sendiri hanya pernah terjadi ketika usia balita saya, itupun posisinya selalu tersembunyi di sekitar ”brokong” dan tidak pernah neko-neko bin kreatif menggusur daerah lain. Pernah dulu waktu sedang aktif-aktifnya al wudun menyerang brutu saya, sampai ditemukan beberapa deret pegunungan wudun, sehingga dengan terpaksa simbok saya melarang pakai celana dan dipakaikannya rok mbakyu saya. Sudah barang tentu hal tersebut menjadi bahan olokan dan gosip tak sedap antar tetangga. Usia saya waktu itu sekitar tiga tahunan, dan kemana-mana saya harus mbrangkang sambil ngerrok.

Ihtiar yang selalu dijalani simbok waktu itu biasanya masih dengan cara-cara tradisional warisan nenek moyang. Obat yang paling manjur katanya didudutkan pupus pohon salak untuk diambil pondoh(pangkal pupus) untuk kemudian dikunyah terus ditempelkanlah ramuan tersebut di pucuk al wudun. Resep lainnya adalah dengan ngupili al wudun minal upil(kalau nggak percaya jangan pernah nyoba). Ditunggu beberapa hari tentu al wudun tersebut akan mateng untuk diproses lebih lanjut. Terapi selanjutnya adalah pembedahan wudun dengan cara mencukilmatawudun yang berupa ”kaldera” berbentuk ”strato”, untuk kemudian melalui kawah terbuka tersebut dilakukan pemlothotan gunung dengan sadis dan ngoyo hingga menimbulkan roso sakit yang luar biasa. Dikuras sampai habis-bis darah kotor yang berwarna merah hitam pekat tersebut bersama lelehan nanah yang iiiihhhhh amit-amit medeni hiii......tapi habis itu rek, uuu... lueegone ati dan tinggal menunggu proses recovery saja.

Upaya lain yang dilakukan berkenaan dengan kehadiran al wudun biasane yang disertai dengan timbulnya berbagai pringkilan atau ”panjer” pada lekuk-lekuk persendian dekat lokasi penggunungan, seperti di sendi siku, kelek ataupun di selangkangan. Nah untuk gejala ini, dulu di kampung saya ada Mbah Dul yang sering dimintai tolong untuk mengurut mencairkan panjer tersebut. Ketika pasien datang, Mbah Dul langsung mengambil minyak, bisa minyak klentik ataupun minyak mambu, untuk mengurut pringkilan. Biasanya beliau memberitahukan berapa jumlah pringkilan, yang menunjukkan tingkat keparahan penyakit. Pringkilan tersebut kemudian diurut dengan disertai pringisa  kesakitan para pasien untuk kemudian diberikan sugesti dan donga bahwa ”nggak popo lan mesti bakal waluyo jati peparinge kang sejati”. Tinggal menjalani proses resep simbok saya di atas.

Al wudun kelihatannya hanyalah penyakit sepele wal ndesit, tapi dari catatan sejarah, banyak para pemimpin dan tokoh dunia yang ternyata pernah mengalami fenomena al wuduniyyah ini. Salah satu contoh yang terkenal adalah raja ke dua Majapahit, Sang Prabu Jayanegara. Bahkan penyakit ndesit inilah yang kemudian memberikan kesempatan kepada Tabib Tanca untuk meracuni sang raja sebagai upaya nglingsir keprabon yang dipimpim oleh Kuti, seorang perwira darmaputra. Dan wal hasil sang prabupun meninggal dan tahta berhasil diduduki oleh kaum pembrontak untuk beberapa saat.

Kalau di era kemajuan sekarang ini sih fenomena al wudun tidak terlalu menjadi majalah dan lebih mudah serta praktis penangannya. Sudah banyak tersedia di pasaran obat oles berupa salep, tinggal dioles dan tunggu kempesAl wudun bin bisul......heeem, pernahkah anda mengalaminya juga???? sendiri sang gunung itu.

Posted by Nananging Jagad at 08:18:19 | Permanent Link | Comments (30) |
Komentar
1 - maem tigane` seng katah mas,mengko lak pecah satu tumbuh seribu wahihihihi (Comment this)

Ditulis oleh: Langit at 2007/03/01 - 12:04:10
2 - endi foto udune? Wah kebohongan publik kieh. Ndak ada buktinya!! Link ku endiiii (Comment this)

Ditulis oleh: de at 2007/03/01 - 12:16:29
3 - bosomu jan intelektual tenan mas... (Comment this)

Ditulis oleh: sangar! at 2007/03/01 - 15:31:04
profile
4 - Langit, mau tiga....empat ato lima, saiki larang kabeh je regane (Comment this)

Ditulis oleh: Nananging Jagad at 2007/03/01 - 15:38:46 in reply to: 1
profile
5 - de, Wuaduh kepaksa kesensor je Teh, ndak kelihat baguse....ya ntar tak link deh blog sampeyan. (Comment this)

Ditulis oleh: Nananging Jagad at 2007/03/01 - 15:57:32 in reply to: 2
profile
6 - sangar!, Wuaduh...intelex???keno H5NI no. (Comment this)

Ditulis oleh: Nananging Jagad at 2007/03/01 - 16:05:23 in reply to: 3
7 - wah...ngakak aku baca postingan di atas, semoga lekas sembuh saja! (Comment this)

Ditulis oleh: ely at 2007/03/01 - 22:07:48
8 - hehehe, mengko dipangan mbalik wae udune :p (Comment this)

Ditulis oleh: Hedi at 2007/03/02 - 05:21:56
profile
9 - ely, Iyooo Mbak...iki udah baikan, tinggal sedikit-sedikit gatele, udah tak upili:-) (Comment this)

Ditulis oleh: Nananging Jagad at 2007/03/02 - 08:23:31 in reply to: 7
profile
10 - Hedi, Ntar metu telure yo Pak? (Comment this)

Ditulis oleh: Nananging Jagad at 2007/03/02 - 08:24:36 in reply to: 8
11 - paling merana kalo dah kena alwudun ya pak
cenut2 dan gatel rasanya
diolesi minyak tawon aja pak
atau daun dewa yg dialusin alias dikunyah
syafakallah pak
makasih dah mampir ;) (Comment this)

Ditulis oleh: linda at 2007/03/02 - 13:29:24
profile
12 - linda, Wah matur nuwun resep barunya lagi mbake.....nuwun juga sampun kersa mampir. (Comment this)

Ditulis oleh: Nananging Jagad at 2007/03/02 - 14:19:18 in reply to: 11
13 - jangan dipencet bos!!!
ntar ilang gak bekas lho!!
*pengalaman!* (Comment this)

Ditulis oleh: diditjogja at 2007/03/02 - 16:15:13
14 - hihihi... penjabarannya lucu banget.. :D (Comment this)

Ditulis oleh: rhani at 2007/03/02 - 20:02:58
15 - waduuuh... wudun to dab... turut berduka cita yo dab.. :D (Comment this)

Ditulis oleh: bebek at 2007/03/03 - 18:49:35
16 - hih... jadi inget... saya juga pernah wudunen di... bathuk alias jidat... wuih, tersiksa banget... pernah juga di perut... tapi malah blom pernah kena di brutu, hehe... (Comment this)

Ditulis oleh: bagonk at 2007/03/03 - 22:30:49
17 - jajal angota DPR diempani ndog sing okeh... ngko rak ora do rebutan kursi nek do wudunen nang bokong... kakakakaka (Comment this)

Ditulis oleh: babunegara at 2007/03/04 - 08:45:58
18 - kalo saya mending menjelajah "gunung" yang konon katanya besar keduanya gak sama...... (Comment this)

Ditulis oleh: Tresno at 2007/03/05 - 02:00:41
profile
19 - diditjogja, Iyo biar ada kenangannya yo? (Comment this)

Ditulis oleh: Nananging Jagad at 2007/03/05 - 08:24:53 in reply to: 13
profile
20 - rhani, Mosok sih Mbak....dulu pernah sih ikutan audisi Sri Mulat dan LBH. (Comment this)

Ditulis oleh: Nananging Jagad at 2007/03/05 - 08:26:26 in reply to: 14
profile
21 - bebek, Nuwun Dab....alhamdulillah wis mari kok. (Comment this)

Ditulis oleh: Nananging Jagad at 2007/03/05 - 08:29:08 in reply to: 15
profile
22 - bagonk, Wah berarti brutu sampeyan belum teruji Kang...padahal brutune Kang Bagonk kan megal megol koyo regol, yo ora? (Comment this)

Ditulis oleh: Nananging Jagad at 2007/03/05 - 08:31:45 in reply to: 16
profile
23 - babunegara, Setuju itu....biar para anggota dewan itu kauapok rebutan kursi yo. (Comment this)

Ditulis oleh: Nananging Jagad at 2007/03/05 - 08:33:23 in reply to: 17
profile
24 - Tresno, Gunung apa itu Kang namane??? jadi penasaran..... (Comment this)

Ditulis oleh: Nananging Jagad at 2007/03/05 - 08:34:58 in reply to: 18
25 - lhah... kok malah kulak udun... (Comment this)

Ditulis oleh: anakperi at 2007/03/06 - 17:53:03
26 - udunmu wis mari Mas? (Comment this)

Ditulis oleh: Moes Jum at 2007/03/07 - 02:16:41
27 - hihihi...lucu critone, mas (Comment this)

Ditulis oleh: trie at 2007/03/07 - 13:05:35
profile
28 - anakperi, wah dadi ngancani kulak borok yo Kang? ning sing enak jane kulak gedhang, opo kulak balak? (Comment this)

Ditulis oleh: Nananging Jagad at 2007/03/07 - 13:56:06 in reply to: 25
profile
29 - Moes Jum, Wis Kang....wis dioperasi plothot nganggo teknik drilling and logging, dadi wis bali mulus alus malah tambah siiip. Raperlu disumpet nganggo bal-bal waja renteng koyo Porong kae.

Nuwun.... (Comment this)

Ditulis oleh: Nananging Jagad at 2007/03/07 - 14:03:49 in reply to: 26
profile
30 - trie, Kok malah diarani lucu to? wong senut-senut temenan larane je...tujakno cepet marine. (Comment this)

Ditulis oleh: Nananging Jagad at 2007/03/07 - 14:11:48 in reply to: 27
Tulis komentar