TAFSIR MIMPI
SENJAKALANING SEORANG PENGGEDHE
Alkisah pada suatu malam lewat lingsir wengi, mendekati sepertiga malam akhir, saya mengikuti sholat tarawih yang akan diimami oleh seorang Ndoro Penggedhe. Saya berdiri tepat di belakang Ndoro Penggedhe, sedangkan di sisi kanan saya ikut bermakmum Ndoro SBY. Setelah beberapa saat sholat akan dimulai dan semua makmum sudah siap.....eee ternyata sang imam malah diam mematung tanpa memberikan komando. Karena Ndoro Penggedhe diam seribu bahasa, para makmum menjadi bingung dan penasaran. Tidak beda juga halnya dengan Ndoro SBY, beliau kemudian berujar," Sampeyan itu gimana to, semua makmum sudah siap mengikuti komando sang imam, malah Sampeyan diam dan bengong........sudah-sudah diganti saja, Sampeyan segera lengser dan mundur. Sampeyan tak becus jadi imam!"
Setelah Ndoro Penggedhe lengser keimaman, kemudian tanpa diduga tampuk posisi imam digantikan oleh tiga orang bocah cilik yang jauh lebih fasih bacaan Qur'annya. Mereka memimpin sholat secara bergantian, masing-masing bocah pertama dan ke dua memimpin empat raka'at, dan bocah terakhir menutupnya dengan witir.
Ternyata saudara, itu hanyalah sekedar mimpi di pagi buta pertengahan Februari 2007 yang lalu. Hal tersebut sempat saya ceritakan kepada seorang teman sejawat di pondok penggawean saya. Ketika teman tersebut kemudian mendesak saya menerangkan secara jlentreh dan runtut maksud, arti dan tafsiran dari mimpi tersebut, secara sedikit diplomatis dibumbui dobosan saya katakan, " Bahwasanya mimpi saya tersebut terjadi di pagi hari akhir sepertiga malam".
Menurut penuturan para pinisepuh, kejadian mimpi berdasarkan periode waktu terjadinya dikelompokkan menjadi tiga, yaitu titiyoni, gondoyoni, dan puspotajem. Titiyoni artinya kejadian mimpi di awal malam, biasanya merupakan refleksi dari pikiran yang tidak mampu ditinggalkan oleh sesorang menjelang tidur seperti rasa gelisah, stress, kalut dan lelah dengan aktivitas kerja dan rutinitas keseharian. Mimpi jenis ini tidak ada artinya sama sekali dan sering dialami oleh seseorang yang tidur terlalu sore.
Jenis mimpi yang kedua disebut gondoyoni, terjadi di pertengahan malam hingga menjelang lingsir wengi. Mimpi inipun sebagaimana titiyoni tidak mempunyai makna khusus dan disebut hanya sekedar sebagai kembange turu, bunga tidur. Lain halnya dengan mimpi ketiga, puspotajem. Mimpi ini terjadi setelah lewat waktu lingsir wengi menjelang pagi hari. Mimpi ini dikatakan oleh para sesepuh sebagai isyarat jaman, tanda-tandaning kasejaten. Dipercaya sebagai firasat atau kabar ghoib yang diberikan oleh Tuhan terhadap sesuatu hal yang akan terjadi.
Berlanjut ke pertanyaan sejawat saya di atas, saya sampaikan bahwasanya Ndoro Penggedhe yang ada di mimpi saya tersebut akan segera dilengserkan dari jabatannya terkait dengan satu kasus yang semua orang di kantor sudah tahu sama tahu. Dan ternyata, jagad dewo batara......dua minggu yang lalu, di pagi hari ketika saya baca sebuah surat kabar terkemuka, diberitakan bahwa dua orang pejabat eselon atas telah ditangkap Tim KPK dan ditahan di kepolisian terkait mark up proyek pengadaan tanah di Bogor. Ampuuuuuun pemrentah............










(Comment this)
mripat iki ora biso turu
tansah kelingan sliramu...
malah nembang.. :D (Comment this)