Penghuni Griya Utama:
1. Bu Ageng “Keken” sebagai pihak yang “nglenggahi dampar” sekaligus merangkap sebagai Ketua RW 02.
2. Kang Odi “si Pendekar Transistor” and family, terdiri Mbak Lina dan si Kecil “Angelie”.
3. Pak “Kostrad” and family, terdiri Mbak Fitri dan si “Bocah Angon” Ardi.
4. Om “Dirjen Kichen” and family, terdiri Bi Lida and her dughter.
Penghuni Ksatriyan:
1. Aku sendiri “nDoro Seten van Magelang”, begitu sebutan dari “nDoro Sinyo” Ipul Bangsri ketika terinspirasi Para Priyayi-nya Pak Ageng Umar Kayam.
2. “si Bos” Yerry asli Sukabumi tapi always comeback to Metro-Lampung.
3. “Dik Fuad” cah Buluspesantren-Kebumen.
4. “Pak Direktur” Bang Sitepu yang asli Binjai-Medan.
5. Herman “si jago tidur” van Mertoyudan.
6. “Koh Kiki” asal Sukabumi.
7. Si Tyor cah Ngupasan yang jarang nongol.
8. Sang Abib si Batak keturunan de Acehers.
9. Sang “Mami” and family.
10.”nDoro Sinyo” Ipul Bangsri van Cilacap.
11. Kangmas Bahtiar kerabat Sukaharjo Hadiningrat.
12. Mas Budi bujang Bukittinggi.
13. Kang “Wendi” yang I don’t very full about him.
Melihat komposisi penghuni nDalem Kebun Kacang tersebut terlihat bahwa terdapat suku Jawa, Sunda, Batak, Minang dan juga Chinese sehingga sangat dimungkinkan terjadinya suatu pola hubungan keseharian yang sangat beragam dan tentu saja “unik”. Tidak hanya sebatas itu, proses dialektika yang dinamis dengan berbagai ragam latar belakang dan pola berpikir sering menjadi pewarna yang sangat dominan bagi dunia kami. Dalam kondisi yang demikian, kami secara alamiah dididik untuk senantiasi mengembangkan sikap “tepo sliro”, saling menghormati dan menghargai satu sama lain untuk tercapainya suatu hubungan keluarga besar nDalem Kebun Kacang yang harmonis dan dinamis menentang jaman globalisasi. Prinsip dasar yang kami pegang adalah bahwa perbedaan dan pluralisme bukan penghalang bagi terwujudnya suatu persatuan bagi suatu cita-cita dan tujuan yang lebih besar, namun justru merupakan sarana pengkayaan terhadap suasana kebatinan kami untuk menjadikan hidup senantiasa berperadaban luhur.
Dengan keyakinan yang tinggi dan dengan didorong oleh keinginan luhur untuk ikut menyumbangkan darma bakti kami “Memayu Hayuning Bawana” bagi kejayaan Nusantara di masa depan, kami bertekad untuk mengukir sejarah baru Indonesia Masa Depan dari nDalem Kebun Kacang tercinta……….
SURA DIRA JAYANINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI……….