Selasa, Desember 26, 2006

SAKWETARA NING NDESA

MUDIK II

Sengaja wektu seminggu ing akhir taun iki aku cuti seko penggaewanku ning Njakarta. Niatku arep mberesi penggawean ngomah sing lagi nglekasi mangsa ceblok pari. Bapak, simbok, adi2ku lan tangga teparoku katon sumringah ngerteni aku mrei rada sakwetara wektu. Iki sengaja tak rewangi medun ning kuthagara sak perlu andum crita ro kadang sutresna sedaya.
Posted by Nananging Jagad at 10:31:22 | Permanent Link | Comments (8) |

Kamis, Desember 21, 2006

MANGAYUBAGYA

IBU................

Mengenang sebait tembang,
Posted by Nananging Jagad at 20:46:53 | Permanent Link | Comments (16) |

Jumat, Desember 15, 2006

ANJANGSANA

MBAH RAMIDJAN van GEJUGAN

Minggu kemarin saya diajak seorang priyagung tetangga kampung untuk mengunjugi Mbah Ramidjan van Gejugan di gang Lontar kawasan Lenteng Agung. Simbah ini sebenarnya bukan saudara atau kerabat saya. Sang Simbah pada dahulu kalanya berasal dari dusun Gejugan tetangga dusun saya. Barangkali kesamaan asal-usul inilah yang membuat “garis kekerabatan khusus” diantara kami. Mbah Ramidjan memang lain dengan Mbah Maridjan, sosoknya tambun dan nampak semakin uzur meski baru memasuki usia enam puluhan.
Posted by Nananging Jagad at 15:23:35 | Permanent Link | Comments (6) |

Senin, Desember 11, 2006

PANGGILAN DARI GUNUNG

REUNI PARA PRIYAGUNG

Jum’at minggu kemarin Ndalem KK kedatangan tamu priyagung dari kampung, seorang tetangga rumah. Kedatangan sang priyagung sekedar andrawina, dolan-dolan jajah kutha nlisih kahanan donya. Tris, priyagung saya ini, putra pertama Lik Wandi, tetanggaku yang beberapa tahun silam pernah merantau di Bekasi sebagai buruh pabrik kontrak, dan kini ia ditugasi untuk ngemong kedua orang tuanya yang semakin renta di kampung selepas sang adik semata wayang ngayahi jejibahan sebagai bebentenging negara, menjadi tentara di perbatasan rimba Papua.

Posted by Nananging Jagad at 12:37:40 | Permanent Link | Comments (10) |

Rabu, Desember 06, 2006

RENUNGAN KEMBALI

OJO GUMUNAN, OJO KAGETAN

Ungkapan tersebut barangkali sangat tepat untuk menyikapi berbagai warta kekagetan nan super heboh yang belakangan ini menghiasi media kita. Dikatakan super heboh karena warta tersebut menyangkut “ta” yang terakhir dari trilogi “tiga ta” (harta, tahta, dan wanita) yang disebut-sebut dalam berbagai referensi primbon sebagai godaan terberat sekaligus penghancur peradaban bumi manusia apabila salah mengempan papankannya.

Pertama barangkali kisah menikahnya seorang da’i kondang Aa Gym untuk kedua kalinya. Beliau dikabarkan telah merabi lagi seorang janda beranak tiga sekitar pertengahan Ramadhan lalu.

Posted by Nananging Jagad at 15:27:52 | Permanent Link | Comments (17) |