Selasa, May 30, 2006
Senin, May 29, 2006
Semangat JOGJAKARTA
Semangat Jogjakarta.......
Jogjakarta sebuah kota dengan seribu satu legenda yang melekat erat, telah berdiri sebagai “kuthagara” bagi Kasultanan Ngayojakarta Hadiningrat yang terbentuk pasca Perjanjian Giyanti 13 Februari 1755. Bagi sebagian orang Jogja asli maupun orang perantauan yang pernah mengenyam tinggal di kota tersebut, tentunya banyak kenangan dan memori yang tak akan pernah hilang sekalipun ditelan gempa bumi mencekam Sabtu, 27 Mei 2006 kemarin. Dari kota ini berawal berbagai gerakan kebangsaan semasa pemerintahan Hindia Belanda, jaman Jepang, masa revolusi kemerdekaan dimana ibukota RI sempat hijrah ke kota ini, juga di masa alam kemerdekaan, Jogja senantiasa menjadi tonggak bagi perubahan kehidupan berbangsa dan bernegara. Di masa akhir kekuasaan pemerintahan Orde Baru, Jogjalah yang sedari awal menjadi pionir bagi gerakan suksesi kekuasaan yang menjadi tulang punggung bagi gerakan reformasi di tahun 1998.
GEMPA JOGJA
SASMITA DARI JOGJA
Berbagai kejadian bencana alam yang sangat luar biasa dan maha dahsyat nampaknya belum mampu menjadi pelajaran dan wahana mawas diri bagi manusia yang seakan buta terhadap “sasmita” dari Sang Penguasa Jagad Raya. Belum sempat hilang ingatan kita dengan berbagai rangkaian peristiwa bencana mulai dari tsunami Aceh, banjir dan tanah longsor di berbagai daerah, hingga kehebohan geliat Gunung Merapi, kita kembali terhenyak kaget dengan kedahsyatan gemba bumi yang melanda Yogyakarta pada Sabtu, 27 Mei 2006 kemarin.
Bagi sebagian masyarakat Jawa yang masih berpegang kepada mitologi “ilmu titen”, mempercayai bahwa dalam siklus selang waktu di antara 8 tahun(1windu), 32 tahun (1 zaman) dan 100 tahun (1 abad) seringkali merupakan sasmita terhadap akan terjadinya suatu peristiwa yang maha dahsyat. Adalah barangkali sosok Mbah Maridjan yang diberikan sedikit ilmu titen untuk
Rabu, May 24, 2006
nDalem Kebun Kacang
Discription of nDalem Kebun Kacang........
Jln. Kebun Kacang II No.70 Tanah Abang yang untuk selanjutnya di dalam blog ini disebut nDalem Kebun Kacang merupakan sebuah Istana kecil kediaman Bu Ageng "Keken" dimana beberapa orang ksatria dari berbagai suku dan etnik di Indonesia menumpang "ngenger" di dalamnya. Dengan demikian nDalem Kebun Kacang merupakan bentuk miniatur Indonesia yang ber-Bhineka Tunggal Ika. Para penghuni nDalem Kebun Kacang terdiri atas penghuni Griya Utama dan Ksatriyan dengan keterangan sebagai berikut:
Jumat, May 19, 2006
Mbah Maridjan(2)
Kamis, May 18, 2006
Mbah Maridjan
Memahami fenomena Merapi dengan segala misterinya seakan tidak ada habisnya di saat kondisi gunung teraktif ini sedang bergejolak. Di samping itu Merapi tak bisa dipisahkan dengan sosok sang juru kunci Raden Ngabehi Surakso Hargo alias Mbah Maridjan. Beliau Mbah Maridjan merupakan penerus ketiga dari juru kunci Merapi sebelumnya yaitu Mbah Wonokaryo dan Mbah Sulakso Hargo.











Komentar terakhir
Bisa b
Aku ini durung sempat mampir