Jumat, Juni 30, 2006

THEKLEK

THEKLEK ala nDalem Kebun Kacang

 

Siang-siang tanpa aktivitas di hari liburan kadang terasa gerah dan menjemukan di dalam nDalem Kebun Kacang. Untuk sekedar memanjakan mata yang terkena teror serangan kantuk, seringkali kuhabiskan waktu rebahan sambil  rengeng-rengeng campur sarinan dan membayangkan seolah klekaran di bawah sebatang waru doyong yang suejuk. Eunak hemm.......seakan tiada lagi kenikmatan dunia yang dapat melebihinya.

Posted by Nananging Jagad at 16:07:24 | Permanent Link | Comments (14) |

Kamis, Juni 29, 2006

NASEHAT

JANGAN MENTANG-MENTANG

(Aja dumeh versi Indonesia)

           Pengantar: Aja dumeh diambil dari judul (dalam tulisan huruf Jawa) yang ada dalam gambar. Gambar tersebut mengilustrasikan satu episode pewayangan dengan lakon cerita Petruk dadi ratu. Dalam cerita tersebut dikisahkan bagaimana si Petruk, sang punakawan(abdi), mendapatkan keberuntungan nasib menjadi seorang raja. Gelimang harta benda dan kekuasaan menyebabkan Petruk lupa daratan dan mabuk kekuasaan sehingga bersikap sewenang-wenang dan merendahkan orang lain. Dia mempergunakan aji mumpung.

Posted by Nananging Jagad at 15:55:28 | Permanent Link | Comments (12) |

Rabu, Juni 28, 2006

MASALAH BANGSA

ANAK SEKOLAH
 
            Malam itu sehabis sembahyang Isya’ di masjid, aku yang sudah hampir tiga bulan tidak mampir di kampung halamanku, ditanggap crito oleh beberapa karib lama di perempatan depan rumah Pak Dukuh. Tema pembicaraan awal berkisar pada peristiwa gempa Jogja untuk kemudian disambung episode Merapi kami yang sedang punya gawe. Dusunku yang terletak kira-kira 11 km barat Merapi malam itu makin tampak kelam karena semua pemandangan berlapis putih abu dan sedikit lapisan pasir muntahan Merapi, sehingga sesekali masih menyisakan sesak nafas dan rasa perih di mata ditambah hawa dingin angin gunung mengawali musim panas tahun ini.

Posted by Nananging Jagad at 14:18:53 | Permanent Link | Comments (16) |

Selasa, Juni 27, 2006

BENCANA TAN PARIPURNA

SAKSI SOPIR TAKSI

Kamis petang, 22 Juni 2006, aku bersama seorang rekan meluncur menumpang sebuah taksi dari Tunjungan Plaza menuju Terminal Bungurasih, Surabaya. Sang pengemudi taksi menawarkan apakah kami ingin menempuh jalur biasa dimana pada jam-jam segitu sering macet atau melewati tol masuk di gerbang Pasar Turi. Akhirnya kami memilih lewat jalur tol agar perjalanan lebih cepat.

Sedikit basi-basi kupancing pembicaraan dengan menanyakan kabar terakhir luapan lumpur panas di Porong kepada Pak Sopir. “Wah makin parah Mas, sekarang tol km 37-38 sudah diblokir dan hanya kendaraan beroda tinggi boleh lewat pelan”, jawabnya. Ia kemudian melempar sebuah argumentasi bahwa kondisi tersebut dikarenakan “Yang ngecet lombok abang” lagi serius marah(dia mencoba mempersonifikasikan Tuhan secara lebih membumi dan akrab). Tak jauh dari lokasi sumur pengeboran PT Lapindo Brantas, pabrik tempat “Sang Pahlawan Buruh” Marsinah kebetulan berada. Barangkali karena banyak oknum di sekitar lokasi banyak yang terlibat kasus tersebut sehingga menjadikan kasus itu menjadi abadi tak pernah tersentuh keadilan tangan hukum. Dan ketika Tuhan membalas tindak ketidakadilan terhadap suatu kaum, maka yang terkena dampak adalah semua penduduk tanpa pandang bulu.

Posted by Nananging Jagad at 11:57:38 | Permanent Link | Comments (11) |

Senin, Juni 26, 2006

DOLAN - DOLAN

Dolan SUROBOYO


        Menempuh perjalanan Jakarta-Surabaya by kereta malam itu terasa sunyi dikarenakan tidak semua kursi terisi penumpang. Perjalanan tersebut aku tempuh karena suatu tugas pekerjaan bersama seorang rekan kerja yang lain. Seperti biasa nasibku mesti apes kalau melakukan perjalanan jauh, dalam hal teman duduk. Terlebih malam itu, karena sengaja rekanku mojok di sudut gerbong sehingga diriku jangankan perawan ayu, nenek tuwek elekpun gak ada yang bisa diajak ngobrol.
Posted by Nananging Jagad at 10:19:05 | Permanent Link | Comments (14) |

Rabu, Juni 21, 2006

PITUTUR LUHUR

AJA DUMEH


Posted by Nananging Jagad at 08:46:07 | Permanent Link | Comments (12) |

Senin, Juni 19, 2006

EMHA ROOM

KECANTIKAN SEPAK BOLA

Sebagian penggemar sepak bola, dengan alasan yang berbeda-beda, menginginkan kesebelasan Brazil menjadi juara. Wajarlah itu. Tetapi apakah sepak bola cantik belum saatnya menyadari bahwa ia semakin menuju kematiannya? Apakah faktor kecantikan masih akan pernah mampu menjadi substansi utama olah raga dan budaya sepak bola? Apakah hegemoni industri pada peradaban ultra modern sekarang ini masih mengizinkan nilai-nilai yang non-materiil menjadi panglima? Apakah profesionalisme pragmatis masih mengizinkan nilai-nilai non-market berada di garis terdepan dari dialektika pasarnya?
Posted by Nananging Jagad at 15:12:35 | Permanent Link | Comments (4) |

Kamis, Juni 15, 2006

FLU GUNUNG(?)

MERAPI PENUH MISTERI

Baru satu hari masyarakat warga lereng Merapi merasa lega dengan penurunan aktivitas Gunung Merapi, hari Rabu, 15 Juni 2006 sekitar pukul 12.00 dan 15.00 WIB terjadi luncuran wedhus gembel dengan jangkauan sekitar 7 km yang menyebabkan kembali dinaikkannya status Merapi menjadi Awas. Status awas kali ini hanya diberlakukan secara sektoral untuk daerah arah selatan dan tenggara yang meliputi alur Kali Gendol di Kecamatan Cangkringan dan Kali Woro di perbatasan Klaten. Flu dan batuk Merapi seakan suatu penyakit yang sudah kronis dan membutuhkan waktu yang agak lama untuk mengembalikan kondisi kestabilannya seperti semula.

Posted by Nananging Jagad at 17:14:51 | Permanent Link | Comments (2) |

Rabu, Juni 14, 2006

KABAR MERAPI

MERAPI LEBIH TENANG

 

               Selasa, 13 Juni 2006, Kantor BPPTK Yogyakarta menetapkan status aktivitas Gunung Merapi diturunkan dari Awas menjadi Siaga seiring dengan makin berkurangnya frekuensi terjadinya guguran lava maupun luncuran awan panas “si wedhus gembel”. Hal itu tentu saja membuat saya yang menjadi bagian tak terpisahkan dari warga lereng Merapi merasa lega dan sedikit tenang. Meskipun dikatakan bahwa endapan kubah lava yang terbentuk selama periode 2006 sebesar kurang lebih 3 juta m3, namun apabila terjadi luncuran tidak akan mencapai daerah pemukiman penduduk.

Posted by Nananging Jagad at 09:46:59 | Permanent Link | Comments (5) |

Selasa, Juni 13, 2006

JANOKO

Janoko bali nDeso

 

         Sore pukul 17.00 aku ayunkan langkah menuju stasiun Senen untuk memulai perjalanan panjang yang sudah tertunda sekitar dua tahunan untuk napak tilas menemui salah satu sangkanku yang ada di sudut tenggara Jawa Tengah. Gandrungmangu itulah tujuanku, sebuah kota kecamatan di wilayah Kabupaten Cilacap. Menjelang jam 18.00 loket tiket dibuka dan segera aku pesan dua buah tiket satu untuk diriku dan satu lagi untuk nDoro Sinyo sahabatku yang mudik ke mBangsari, sebuah desa di mBantarsari tetangga kecamatan.

Posted by Nananging Jagad at 15:42:06 | Permanent Link | Comments (7) |
1 2