KIPNAS IX
VISI TEKNOLOGI DAN KEMAKMURAN NASIONAL
Ambisi sang pakar rudal
"Beranilah bermimpi karena mimpi akan menuntun kita untuk berpikir, dan pikiran akan menuntun kita untuk bertindak!" Demikian pesan penting yang disampaikan oleh Dr. Avul Pakir Jainulabden Kalam, mantan Presiden India ke-11 periode tahun 2002-2007 salaku pembicara kunci dalam Kongres Ilmu Pengetahuan Nasional(KIPNAS) IX hari Selasa 20 November 2007 kemarin. Kalam dikenal sebagai ilmuan yang menggeluti aeronautical engineer bidang peroketan balistik.India adalah salah satu bukti darena pernyataannya tersebut. Dengan menggeluti dan mengembangkan iptek India mampu berlari mengejar ketertinggalannya dari negara lain dan berada pada jajaran terdepan penguasaan teknologi persenjataan nuklir. Atas jasa Kalam, India memiliki lima jenis rudal balistik antar benua berhulu ledak nuklir. Rudal Rag merupakan rudal anti tank, Prithvi rudal balistik darat ke udara, Akash rudal jarak menengah darat ke udara, Trishul rudal jarak pendek reaksi cepat dari darat ke udara, dan Agni rudal jarak menengah. Karena kepemilikan senjata tersebut posisi India tidak bisa lagi dianggap enteng oleh negara maju.



Di masa pemerintahan Kalam, ia merumuskan kebijakan pembangunan jangka panjang yang terkenal dengan VISI 2020 IT (India Today) untuk mencapai India menjadi negara maju baru. Melalui implementasi visi tersebut, kini pertumbuhan ekonomi India dilecut tumbuh pesat pada angka 9 persen. Luar biasa....nampaknya impian Kalam di tahun 2020 akan optimis dapat dicapai dengan gemilang.
Salah satu konsep program yang digulirkannya adalah PURA. Providing Urban Amenities in Rural Areas ini bertujuan mengintegrasikan wilayah pedesaan yang menjadi domisili mayoritas penduduk India, dimana 30-50 desa akan digabung menjadi suatu pusat pertumbuhan ekonomi dengan membangun infrastruktur penunjang terpadu, mulai dari jaringan jalan dan transprotasi, pusat ekonomi baru, pusat kesehatan, dan pusat pendidikan, serta pusat informasi dan teknologi.
Nampaknya memang tidak terkesan begitu mewah impian Kalam tersebut, mengingat negara Mahabarata tersebut memiliki kaum intelektual muda yang tersebar luas di dunia dan India sendiri dikenal sebagai negeri dengan biaya pendidikan termurah di dunia. Kita tentu pernah mendengar betapa 30 persen para kaki tangan Bill Gates di Microsoft merupakan putra India, demikian halnya sebagian besar dokter di Amerika juga berasal dari bumi Hindustan.
Sedikit ironi barangkali dengan negara yang dipuji sebagai apunjung wukir, gemah ripah loh jinawi semacam Indonesia yang kian terseok dengan kekalahan peradaban di era globalisasi. Padahal di masa lalu, seakan tahapan pembangunan dan mimpi-mimpi mengenai negara yang makmur telah tertata dengan rapi, namun kini kandas tanpa sempat tinggal landas. Apakah kita sebagai bangsa besar sebagaimana India, tidak mampu bangkit untuk membangun mimpi baru sebagai spirit perjuangan menjawab tantangan globalisasi jaman? Pripun pak presiden?..........Ampun pemrentah!!!










(titik ampun ngagem koma sak lianipun)
.::he509x™::. (Comment this)