Selasa, Desember 04, 2007

KTT PERUBAHAN IKLIM

PERUBAHAN IKLIM......

SALAH SIAPAKAH?
Selama kurang lebih sebelas hari, terhitung tanggal 3-14 Desember 2007 bertempat di Bali diselenggarakan KTT mengenai Perubahan Iklim. Belakangan memang kita sebagai orang awam sekalipun sangat merasakan terjadinya perubahan iklim yang ditandai dengan kenaikan suhu lingkungan, anomali musim, curah hujan yang tidak merata sepanjang tahun, hingga masalah kelangkaan air di musim kemarau dan "kelebihan" air(bah) di musim hujan. Pertanda apakah ini?....Itulah yang dimaksud dengan perubahan iklim.

Salah satu penyebab yang diindikasi sebagai penyebab terjadinya perubahan iklim tersebut adalah berkurangnya fungsi paru-paru bumi akibat pembabatan hutan secara liar. Dan Indonesia sebagai salah satu kawasan paru-paru dunia dianggap telah lalai merusak kawasan hutannya. Kemudian untuk membayar kelalaian tersebut dunia internasional memfonis agar Indonesia lebih memperbesar anggaran dana untuk penghijauan kembali hutannya. Adilkah hal tersebut???

Hutan kita dibabat oleh para pemodal yang melakukan ilegal logging, tanpa memperhatikan kelestarian fungsi lingkungan hidup. Kayu hasil pembalakan tersebut kemudian diekspor secara ilegal pula ke beberapa negara. Dan negara-negara penerima kayu ilegal tersebut sangat menikmati kayu dengan harga yang murah meriah tersebut. Dengan demikian semetinya mereka, negara-negara penikmat kayu ilegal tersebut juga harus menanggung dana untuk pemulihan hutan agar kemabli hijau. Dan ini berarti kerusakan hutan tropis sebagai paru-paru dunia adalah kontribusi dunia yang telah langsung maupun tidak langsung ikut andil merusaknya, sehingga sebagai konsekuensinya harus ditanggung renteng bersama-sama.

Oleh karena itu, sangatlah tidak adil ketika negara-negara berkembang dituntut meratifikasi Protokol Kyoto untuk mengurangi emisi gas rumah kaca akibat kegiatan industri dan pembakaran fosilnya, juga akibat berkurangnya areal hutan sebagai penghisap karbondioksida, sementara di sisi lain negara maju seperti Amerika enggan dan tak mau meratifikasi protokol tersebut. Belakangan memang Australia ikut meratifikasi. Bagaimana pendapat kisanak sedoyo?

Posted by Nananging Jagad at 08:01:05 | Permanent Link | Comments (3) |
Komentar
1 - Soal kesalahan, semua pasti punya porsi. Cuma besarannya yg membedakan. Tapi ada baiknya Indonesia pro aktif melindungi hutan. Sedangkan buat warga kayak kita gini, yang simpel bisa dilakukan, misalnya jangan buang sampah sembarangan, menghemat air, menanam pohon (di lingkungan sendiri jika mungkin). (Comment this)

Ditulis oleh: Hedi at 2007/12/04 - 14:56:10
profile
2 - Hedi,Setuju banget Pak....meski kelihatan kecil, namun kesadaran setiap individu akan sangat berarti. (Comment this)

Ditulis oleh: Nananging Jagad at 2007/12/07 - 09:43:19 in reply to: 1
3 - klo kayak gini sih, ndak usah nyari siapa yang salah mas, nyari siapa yang mau 'berubah' saja :D

tapi ngomong2, saya memang agak 'geram' juga sama si amerika itu, sbg produsen gas rumah kaca terbesar, kok kayaknya nyepelein banget gitu loh *sigh* (Comment this)

Ditulis oleh: Fa at 2007/12/12 - 14:38:03
Tulis komentar