Senin, May 29, 2006

Semangat JOGJAKARTA

Semangat Jogjakarta.......

Jogjakarta sebuah kota dengan seribu satu legenda yang melekat erat, telah berdiri sebagai “kuthagara” bagi Kasultanan Ngayojakarta Hadiningrat yang terbentuk pasca Perjanjian Giyanti 13 Februari 1755. Bagi sebagian orang Jogja asli maupun orang perantauan yang pernah mengenyam tinggal di kota tersebut, tentunya banyak kenangan dan memori yang tak akan pernah hilang sekalipun ditelan gempa bumi mencekam Sabtu, 27 Mei 2006 kemarin. Dari kota ini berawal berbagai gerakan kebangsaan semasa pemerintahan Hindia Belanda, jaman Jepang, masa revolusi kemerdekaan dimana ibukota RI sempat hijrah ke kota ini, juga di masa alam kemerdekaan, Jogja senantiasa menjadi tonggak bagi perubahan kehidupan berbangsa dan bernegara. Di masa akhir kekuasaan pemerintahan Orde Baru, Jogjalah yang sedari awal menjadi pionir bagi gerakan suksesi kekuasaan yang menjadi tulang punggung bagi gerakan reformasi di tahun 1998.

    Jogja sebagai kota pendidikan takkan pernah kering dan kehabisan akan pencetakan kader-kader muda penerus perjuangan di alam pembangunan yang akan mewarisi tongkat estafet kepemimpinan nasional di masa depan. Tak sedikit seniman dan budayawan yang memilih bermukim di kota gudeg ini untuk menggali ilham dan inspirasi bagi penciptaan kreasi seni budaya mereka. Tidak berlebihan dalam kondisi kedukaan yang mendalam akan terjadinya gempa bumi yang banyak memakan korban jiwa dan harta benda, sedikit kita mengenang kembali suatu lirik lagu yang menceritakan tentang spirit dan semangat Jogja.

Seperti debu tajam menerpa mata

Aku tersentak dari lamunan

Ketika kubuka tirai jendela

Seperti angin lembut menyusup jiwa

Aku terpejam kuhirup nafas dalam

Di gerbang kotaku Jogjakarta

Hari ini aku pulang

Hari ini aku datang

Bawa rindu

Bawa haru

Bawa harap-harap cemas

Masihkah debu jalanan menyapa gerak langkahku

Masihkah suara cemara mengiringi nyanyianku

Seperti bintang yang menunggu fajar

Aku berfikir untuk membangunkanmu

Bergumul dengan gelora nafasmu

Di sini aku ditempa

Di sini aku dibesarkan

Semangatku keyakinanku keberadaankupun terbentuk

Masih aku pelihara kerinduanku yang dalam

Setiap sudutmu menyimpan derapku Jogjakarta

Setiap sudutmu menyimpan langkahku Jogjakarta

Itulah lirik lagu yang ditulis Ebiet G. Ade berjudul Jogjakarta yang menggambarkan semangat yang senantiasa berkobar tak kunjung padam dalam menentang kejamnya jaman. Gempa boleh meluluhlantakkan jiwa raga dan harta benda, namun kita harus yakin Jogja akan segera bangkit menyongsong masa depan yang lebih baik. JOGJA NEVER ENDING ASIA.

Rawe-rawe rantas, malang-malang tuntas...............

 

Posted by Nananging Jagad at 14:52:04 | Permanent Link | Comments (5) |
Komentar
1 - "JOGJA NEVER ENDING ASIA"

Jogja yang gak rampung2 dirundung masalah ...

:) Keep smile bro :) (Comment this)

Ditulis oleh: bahtiar at 2006/05/29 - 16:50:52
2 - Ikut berbela sungkawa. Moga semua cepat berlalu.... (Comment this)

Ditulis oleh: ipoul_bangsari at 2006/05/29 - 19:42:47
3 - setuju!!!!!!
meskipun ngayojokarto hadiningrat terkena musibah, banyak kenangan-kenangan yang terlupakan. tetapi tetep satu jua di Indonesia yaitu DIY. (Comment this)

Ditulis oleh: DhEn BaGoeSe NgarSO at 2006/05/30 - 17:28:51
4 - Saya sangat kagum mendegar bahwa kota yagyakarta adalah kota pendidikan. Bagaiman sih membuat suatu kota menjadi kota pendidikan? (Comment this)

Ditulis oleh: Renius at 2006/09/14 - 15:56:05
5 - gimana membuat suatu kota menjadi kota pendidikan (Comment this)

Ditulis oleh: Renius at 2006/09/14 - 15:59:22
Tulis komentar