NASEHAT
JANGAN MENTANG-MENTANG
(Aja dumeh versi Indonesia)
Pengantar: Aja dumeh diambil dari judul (dalam tulisan huruf Jawa) yang ada dalam gambar. Gambar tersebut mengilustrasikan satu episode pewayangan dengan lakon cerita Petruk dadi ratu. Dalam cerita tersebut dikisahkan bagaimana si Petruk, sang punakawan(abdi), mendapatkan keberuntungan nasib menjadi seorang raja. Gelimang harta benda dan kekuasaan menyebabkan Petruk lupa daratan dan mabuk kekuasaan sehingga bersikap sewenang-wenang dan merendahkan orang lain. Dia mempergunakan aji mumpung.

Aja dumeh merupakan merupakan nasehat luhur warisan dari para leluhur dan nenek moyang yang mempunyai maksud agar manusia di dalam menjalani kehidupannya di alam dunia tidak hanya mengandalkan aji mumpung. Dumeh merupakan kondisi kejiwaan yang meyebabkan seseorang menggunakan kesempatan(dalam konotasi negatif) untuk kepentingan diri sendiri tanpa menghiraukan sesamanya. Kesempatan tersebut bisa berupa derajat, pangkat kedudukan, harta dunia, kekuasaan, kelebihan ilmu, kecantikan rupa dan lain sebagainya.
Di negeri Eropa atau dunia barat juga mempunyai peribahasa “power tends to corrupt” yang mempunyai arti bahwa kekuasaan bisa menyebabkan sang penguasa mempunyai kecenderungan untuk menyelewengkan kekuasaannya demi kepentingan pribadi dan mengkhianati amanat rakyat.
Orang hidup harus selalu ingat kepada yang menciptakannya ke alam dunia, harus selalu ingat akan asal usul dan tujuan hidupnya. Ingat darimana, dimana dan kemana tujuan yang kelak akan dituju. Keadaan yang dapat diraih dalam hidup tidak boleh menyebabkan manusia lupa kepada kodrat sebagai hamba Tuhan. Dengan begitu sifat aja dumeh bisa membuat manusia senantiasa ingat akan asal usul, sehingga tidak lupa bahwa apa yang dimilikinya hanya merupakan titipan atau amanat sang Khalik. Sikap tersebut bisa mendorong agar manusia selalu mensyukuri pemberian Tuhan dengan cara mempergunakan pemberiannya untuk mendukung tugas kewajibannya sebagai khalifah Tuhan di alam dunia yang mempunyai tugas utama memakmurkan bumi.
Keadaan hidup yang dijalani manusia bisa diumpamakan sebagai cakramanggilingan atau roda kereta yang sebagian roda pada suatu waktu berada di atas dan pada waktu yang lain berganti berada di bagian bawah. Hidup merupakan pergiliran nasib. Oleh karena itu, pada saat manusia sedang menjumpai nasib baik tidak boleh sombong dan takabur terhadap sesama dan sebaliknya pada saat menemui nasib kurang mujur tidak menyerah dan putus asa.
Kadangkala manusia diberi kenikmatan tiada kira. Pada keadaan tersebut, nasehat aja dumeh sangat sesuai untuk diamalkan. Manusia harus senantiasa bersyukur dan harus bersikap welas asih serta pemurah terhadap sesama, tidak boleh sombong dan senantiasa bisa hidup apa adanya dan bersikap rendah hati.
Ada juga keadaan hidup yang sedang diberikan cobaan, sehingga kadangkala manusia merasa tidak kuat menjalani dan mempunyai anggapan bahwa dunianya sudah kiamat. Menghadapi keadaan ini, manusia harus selalu pasrah kepada sang Khalik dan sabar menerima pemberianNya. Manusia harus mempunyai keyakinan bahwa cobaan tersebut juga merupakan perwujudan rasa cinta kasih Tuhan untuk menggemblengnya menjadi manusia yang tabah dan tangguh dalam menjalani hidupnya.
Aja dumeh mengajarkan manusia senantiasa mawas diri dan mempunyai keyakinan yang kuat bahwa hidup di dunia ini hanyalah sementara waktu bagaikan mampir minum seteguk air. Kejadian hidup merupakan proses yang tidaklah abadi dan semua akan dimintakan pertanggungjawabannya kelak di alam akhirat.
Sifat atau watak aja dumeh bisa dijabarkan dengan nasehat sebagaimana
Aja dumeh berkuasa, bertindak sewenang-wenang terhadap sesama.
Aja dumeh pintar, kemudian bertindak nyasar.
Aja dumeh kaya, kemudian lupa kepada orang lemah.
Aja dumeh menang sewenang-weang.
Aja dumeh tampan, terus congkak dengan ketampanannya.
Aja dumeh cantik, terus sombong dengan kecantikannya,dll
Nyawa hanyalah pinjaman, harta dunia hanyalah titipan, begitu nasehat para cendekiawan. Dengan begitu sesungguhnya manusia hidup di alam dunia tidak mempunyai apa-apa, begitu juga kalau sudah tiba saatnya menghadap kepada Tuhan juga tidak membawa apa-apa. Jadi apa yang bisa disombongkan oleh manusia?










saya berkuasa enggak, pintar enggak, kaya enggak, tampan juga enggak..tapi sering sok gaya..heheheh (Comment this)
Sugeng tepang ugi.
Nuwun pun ndolani blog kula. (Comment this)
Ojo dumeh mlarat trus ngalalne kabeh cara golek panguripan...
suwun.. (Comment this)