Senin, Juli 17, 2006

RAZIA KTP

UNTUNG MASIH SLAMET....

Malam itu Sabtu dinihari sekitar pukul 01.30, saya dan seorang rekan menumpang sebuah taksi sehabis ngangsu kawruh di Taman Ismail Marzuki. Tiba-tiba laju taksi kami terhenti karena di hadapan kami, sisi kanan dan kiri jalan penuh dengan Polisi yang memberhentikan semua kendaraan yang lewat.

Seorang Polisi berpangkat bintara segera menghampiri kami dan meminta kami menunjukkan identitas kami masing-masing. Rekan saya yang membawa tas, diminta tasnya oleh Polisi tersebut untuk kemudian dibuka, diudhal-udhal dan diperiksa segala isinya, dikiranya kami bos pengedar narkoba barangkali. Bagi saya yang merasa tidak ada sesuatu yang harus kami cemaskan, tenang-tenang saja menjalani prosesi tersebut.

Ketika sampai pada giliran saya diperiksa, saya tunjukkan KTP Musiman yang sempat saya buat tahun lalu dan sudah berakhir masa berlakunya Januari kemarin. Polisi bertanya, "Lha ini KTPnya sudah kadaluwarsa Mas, ada identitas yang lain?". Kemudian saya jawab, " Lha iya Pak, itupun kan KTP Musiman, memang belum sempat ngurus lagi", sambil kekeluarkan KTP yang kubawa dari kampung.

Sang Polisi bertanya lagi, "kok nggak ngurus KTP Jakarta saja, emang nggak enak tinggal dan jadi warga Jakarta?". Saya jawab, "ya namanya masih sementara juga kok Pak di nJakarta". Emang enak hidup di nJakarta? Saya ini sebenarnya hanya "diperjalankan" untuk sampai di ibukota ini karena tak pernah mendapatkan pilihan lain yang lebih baik, ya sebuah keterpaksaan nasib barangkali.

Akhirnya ketika Polisi tersebut mengecek namaku, dia malah tersenyum dan berkata, "lho kok namanya sama Mas?". Saya jawab sekenanya sambil melirik nama di dadanya, "berarti barangkali kita saudara jauh Pak Sersan Nanang R". Akhirnya sang Polisi menyampaikan komentar terakhirnya, " identitas Mas amburadul", sambil mempersilakan taksi kami berlalu.

Slamet.......slamet pikirku, tanpa tergugah sedikitpun nuraniku untuk kelak mengurus KTP nJakarta yang ribet prosedural administrasinya dan "mahal". Aturan tinggal aturan selama masih dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk memupuk keuntungan atas diri sendiri. So be hati-hati kalau keluar malam di ibukota.

Posted by Nananging Jagad at 09:14:14 | Permanent Link | Comments (15) |
Komentar
1 - kekekek... saya sepuluh tahun lebih tidak pernah punya katepe musiman... hanya mengandalkan katepe daerah. untung cuma di tangerang... ga pernah kena razia-raziaan... :D
BTW, kalau kejaring razia gimana tuh? dideportasi ke kampung? Wah, malah kebetulan, bisa mudik gratis... :P (Comment this)

Ditulis oleh: tifoso at 2006/07/17 - 10:46:37
2 - Untung dudu cegatan cah bagus Gus, nak kui koe msti kecekel. Komentare Mr. Pol "identitas amburadul" kui pie mksute ngono lo, Identitas kok amburadul, koyo Jakarta wae. Wis ndang perpanjang KTP musimanmu Gus, nak perlu digawa neng Mak Erot ben dowo bgt. Ben ra kno garukan :) OC (Comment this)

Ditulis oleh: Gus Mat at 2006/07/17 - 16:47:00
3 - nayaka praja wae mbalela, piye rakyate? (Comment this)

Ditulis oleh: ipoul_bangsari at 2006/07/17 - 16:48:05
4 - Ealah...lha kok kebetulan namanya sama, pak pulisi dadi ora tega hehehe...

lam kenal jugak, pernah kemah di kaki Merapi juga yaa... (Comment this)

Ditulis oleh: ranids at 2006/07/17 - 19:18:47
5 - wong tinggal masih di negara sendiri kok harus ngurus ini itu...indonesia...indonesia (Comment this)

Ditulis oleh: Hedi at 2006/07/17 - 22:16:08
6 - paling enak memang biasa berdisiplin dengan segala surat2 penting yang memang dibutuhkan bagi warga negara yang baik, jadi kapan saja, dimana saja ( memang coca-cola? ) ada aneka razia , kita tinggal tenang2 saja. (Comment this)

Ditulis oleh: ely at 2006/07/18 - 05:54:32
profile
7 - tifoso, Wah kalo kejaring ya bisa dijereng Kang, katane sih di Perdanya ada denda sekian rupiah sampe kurungan beberapa bulan, yang paling enak memang dipulangken....ning semua bisa dikompromi kok, kan masih Indonesia gicu to. (Comment this)

Ditulis oleh: anang at 2006/07/18 - 08:42:34 in reply to: 1
profile
8 - Gus Mat, ...ketoke durung lila suwe-suwe ning nJakarte je. (Comment this)

Ditulis oleh: anang at 2006/07/18 - 08:44:35 in reply to: 2
profile
9 - ipoul_bangsari, Hanya dengan mbalela orang menemukan kemerdekaannya, yo ora? (Comment this)

Ditulis oleh: anang at 2006/07/18 - 08:45:30 in reply to: 3
profile
10 - ranids, Begitulah Mbake, solidaritas spontan...dulu masa SMA sering kemah di Kalikuning, bahkan lebih dari 25 tahun saya jadi kawula Merapi sisi barat, masuk tlatah Magelang Gemilang. (Comment this)

Ditulis oleh: anang at 2006/07/18 - 08:47:53 in reply to: 4
profile
11 - Hedi, Lha itu sudah termasuk sumber incomeme aparatur negara je ... (Comment this)

Ditulis oleh: anang at 2006/07/18 - 08:49:30 in reply to: 5
profile
12 - ely, Emang bener sih Mbak, tapi bagi orang musiman macam saya lak jadi repot karena tak punya tempat tinggal tetap...jangankan gedung, gubukpun aku tiada... (Comment this)

Ditulis oleh: anang at 2006/07/18 - 08:52:00 in reply to: 6
13 - terakhir aku duwe ktp pertengahan tahun 2003. itu ktp magelang, tapi ilang di bandung. setelah itu sampai sekarang, sekali pun tidak pernah lagi punya ktp. aku wes pasrah, arep ditangkep satpol pp juga enggak apa-apa. arep dicekel pulisi juga ora popo. waktu nikah bulan dulu, yang ngurusin mertua. aku tinggal modal pasfoto, nggak dimintain ktp. biaya pengurusan surat nikah, amplop buat saksi-saksi dan penghulu, mertua juga yang bayar. biaya slametan, mangan-mangan, ditanggung kakak ipar. wes, pokoke mokondo tenan. (Comment this)

Ditulis oleh: sahrudin at 2006/10/17 - 14:26:52
14 - Pak Polisinya baek ya....
Coba kalau yg nge-razia pasukan RELA (Malaysia)....waahhhhh.... (Comment this)

Ditulis oleh: Anonymous at 2007/10/13 - 09:30:57
15 - ely, (Comment this)

Ditulis oleh: surya at 2007/10/25 - 14:18:12
Tulis komentar