RTC
NGANGSU KAWRUH
Dua minggu ini dari tanggal 24 Juni - 4 Agustus, saya lagi ngangsu kawruh lagi dengan mengikuti "REGIONAL TRAINING COURSE ON RESPONSE TO RADIOLOGICAL EMERGENCIES - FIRST RESPONDER" yang diadakan oleh IAEA di nJakarta. Pesertanya meliputi dari beberapa negara Asia, diantaranya Korea, China, Mongolia, Thailand, Vietnam, Malaysia, Philipina, Bangladesh, Sri Lanka dan Indonesia.Senang juga mengikuti RTC kali ini, bisa kenal banyak saudara dari negeri lain. Mr. Gophal orang Bangladesh selalu ngotot bahwa saya orang Japanese not Javanese. Dia memperkenalkan saya kata "samus" untuk sendok dalam bahasa Banggali, "sini" untuk gula dan "damp' untuk young coconut. Lucu kedengarannya.
Seorang profesor dari Ulaanbaatar,Mongolia selalu menyebut saya Mr. Comander( taken from Inciden Comander), satu istilah untuk seorang koordinator ujung tombak di lapangan pada saat terjadi kedaruratan. Profesor yang satu ini orangnya lucu dan super konyol,selalu bikin iseng dan bhs Inggrisnya payah karena keseharian pakai bhs Rusia, tak pernah mau presentasi di kelompokku.
Pada satu kesempatan makan siang,Ms Osthman dari Malaysia sempat mencicipi soto betawi yang ada babat jeroan kambingya.Ia kemudian bertanya kepadaku, "betawi itu artinya kambing ya?". Karena dikiranya sedang makan "soto kambing".
Hari Sabtu-Minggu ini tidak ada jadwal pelatihan, so kegiatan kami jalan2 keliling Jakarta.Aku secara otomatis sebagai local observer ditodong untuk menggaide mereka ke Taman Mini dan Pasar Tanah Abang. Mereka juga pingin belanja ke Mangga Dua di Minggunya. Capek memang........tapi seneng juga lah.
Minggu ke dua ini, agenda kami mengikuti pelatihan penanganan kedaruaratan akibat ledakan high explosive di kompi Zeni - NUBIKA TNI AD Pusat. Seru pasti...........









