Kamis, Agustus 24, 2006

MULIH NDESA

MUDIK LIBURAN


Liburan cuti bersama dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-61 sengaja saya manfaatkan sebaik-baiknya. Jauh hari saya sudah ancang-ancang untuk mudik pulang ke sangkan di kampung halaman tercinta. Dalam hati sih kepingin menikmati suasana detik-detik proklamasi di kecamatan, yang selalu ramai dengan “ritual” khas lengkap dengan segala ubarampe pentas seni tradisional, mulai janthilan, campur, kobra, lutungan, ndayakan, ndolalak, angguk dan lain sebagainya. Namun apa daya maksud hati tak sampai karena kehabisan tiket kereta.

Akhirnya saya putuskan untuk pulang mudik Kamis sore setelah di pagi harinya secara khikmat mengikuti upacara bendera di kantor dan dilanjutkan menonton upacara di Istana Merdeka. Petang hari jam 19.00 tepat kereta api Sawunggalih membawaku meninggalkan Senen menuju Kutoarjo. Tiba di Kutoarjo sekitar jam 03.30 dinihari untuk kemudia kulanjutkan perjalananku menuju Magelang dengan bus.

Sekitar pukul 05.00 pagi, mak nyees kurasakan kesejukan kota Magelang dengan panorama Gunung Tidar yang seakan baru tersadar dari lelap tidurnya. Sengaja pagi itu saya mampir dulu di rumah kakak sulung saya di bilangan Secaba – RINDAM IV.

Siang jam sepuluhan baru kedua kaki ini menginjakkan diri di bumi Merapi ayng telah membalung sungsum di jiwa dan ragaku. Bapak lan Simbok langsung mbagekke kedatanganku, menanyakan kabar pawartos sang Janoko putra tercintanya. Simbok kemudian banyak bercerita tentang “prayaan” tujubelasan di kecamatan yang meriah. Tontonan dan pentas seni lengkap tidak seperti tahun sebelumnya. Yang paling heboh cerita mengenai Pak Djarwo, camatku yang terjatuh pingsan sesaat setelah selesai bertindak sebagai irup. Kasihan deh pak camatku, mungkin karena kelelahan akibat semalaman mengikuti tirakatan sambil nanggap wayang semalam suntuk di pendopo kecamatan.


Malam hari sehabis Isya’ kusempatkan dolan di rumah simbah yang kebetulan masih satu kampung. Lik Mi, adik bapakku, kemudian bercerita panjang lebar mengenai kisah perjalannya ke Ngampel di Boyolali untuk berkunjung ke rumah adik sepupu saya yang kebetulan sedang menggelar acara rejeban di kampungnya. Lik Mi menuturkan semangat gotong royong warga lereng Merbabu tersebut masih ngrembaka. Selain acara ritual, juga digelar pesta seni rakyat yang murah meriah penuh makna. Habis dari Ngampel, Likku mampir di Windusari di lereng Merapi untuk sekedar njagong bayi karena kebetulan adik sepupuku yang lain baru melahirkan anak ke duanya. Wuaduh......bertambah lagi prunanku seorang dan berarti bertambah lagi prunan yang memanggilku pakdhe.

Posted by Nananging Jagad at 15:49:53 | Permanent Link | Comments (9) |
Komentar
1 - sama ndoro, saya juga mudik. ternyata apresiasi orang desa lebih kuat daripada orang jakarta.

soal prunan, saya malah sudah punya 5 anak memanggil saya mbah. gimana in indoro? (Comment this)

Ditulis oleh: ipoul-bangsari at 2006/08/24 - 18:04:13
2 - aku kadang ngiri kalo ada orang bisa mudik, lha aku mau mudik gimana, ayah bunda wis ndek kene :) (Comment this)

Ditulis oleh: Hedi at 2006/08/24 - 19:32:59
profile
3 - ipoul-bangsari, Sak ngertiku Ndoro, yang manggil kita mbah itu namanya cucu. Kalo prunan itu anak dari adik atau sepupu muda(baik dekat maupun jauh), sehingga mereka memanggil kita pakdhe atau budhe. Jadi sederajat dengan keponakan yang memanggil kita paklik atau bulik. Kalo yang kepernah cucu saya, meskipun tidak garis langsung, sudah lebih dari 15 orang. Biar masih muda dan awet muda begini, ternyata awune awu tuwa......... (Comment this)

Ditulis oleh: anang at 2006/08/25 - 08:48:19 in reply to: 1
profile
4 - Hedi, Makanya Mas, cari juga ayah bunda yang lain dong.....konsep ayah bunda harus diperluas dari sekedar hubungan darah, seperti saya punya lima orang tua angkat yang semua ngrengkuh saya seperti anaknya sendiri. Jadi ing sak wenehing papan ing sak wenehing panggonan punya tempat pulang. (Comment this)

Ditulis oleh: anang at 2006/08/25 - 09:12:13 in reply to: 2
5 - Magelang memang bikin mak nyeeesss......... (Comment this)

Ditulis oleh: sakura_98 at 2006/08/25 - 10:52:28
6 - sori gus wingi rakober ketemuan, jane kangen tenan je. bapak ibu sehat2 wae to? ttg camatmu sing bar wayangan kui ngelingke pas KKN awak dewe ndisik,he,he, nguantuuuk naaaan, oaaaaaheeemmmmm, ZZZZZZZZZZZZZZZZzzz....(mending kturon mbangane lunga mak plencing rapamit pak kades) (Comment this)

Ditulis oleh: Gus Mat at 2006/08/25 - 15:27:48
profile
7 - sakura_98, Ah tenane nDuk? (Comment this)

Ditulis oleh: anang at 2006/08/25 - 16:53:20 in reply to: 5
profile
8 - Gus Mat, Wuaduh isih kelingan to Gus? Mbiyen kae malah sempat Pak Kadese tak sikuti, ngertiku si Dayat je, eee jebule.....dadi isin aku. (Comment this)

Ditulis oleh: anang at 2006/08/25 - 16:59:02 in reply to: 6
9 - duh... masih dua bulan lagi... :( (Comment this)

Ditulis oleh: tifoso at 2006/08/25 - 23:15:42
Tulis komentar