SERANGAN FAJAR
CARI TUKANG NGARIT
Thit……thirithit….thit thit, demikian pagi selepas mandi ponsel antik saya berbunyi menandakan seseorang di sebrang menghubungi. Dengan bergegas saya angkat. “Hallo?, wis tangi?”, tanya suara bertanya. “Uwis, ono opo?”, kujawab. Kemudian si penelepon berlanjut, “ Iki le ngresiki kebonan ro taman ngarep sido dilekasi, tulung sisan nggoleke tukang ngarite wong loro yo!”, perintahnya cepat seraya memutus hubungan telepon.
Jagad dewo batoro…………, saya rak kaget dan tak menyangka mendapatkan sederetan teror yang tidak saya mengerti tersebut. Saya kemudian amati nomor telepon sang komandan misterius tersebut. Dan…….saya sama sekali tidak mengenalinya. Siapakah dia gerangan, seribu tanya kemudian muncul dan bermain di benak kepala. Pagi-pagi begini disuruh cari tukang ngarit? Yo lelakon opo iki pak Mantep?
Belum genap semenit telepon putus, terdengar lagi nada panggilan. Suara di sebrang langsung menerjang kebingunganku. ” Nuwun sewu Mas, niki Sulis saking Saung Nini. Wau niku salah kontak, jane ajeng ngontak Kang Samijo ken ngresiki taman ngajengan lan sisan pados tukang kebone”. Ooo……Mas Sulis, baru ingat, saya memang mengenalnya sebagai suami Mbak Marsih anak Pak Dukuh Klapaloro I tempat KKN saya dulu. Kami memang masih terus saling berkomunikasi dan berusaha mempererat tali paseduluran. Mereka saat kini mengelola sebuah villa di depan Taman Bunga Nasional kawasan Puncak.
Dengan sisa keheranan sayapun bertanya, ”Lha kok saged kulo sing ketelpon Mas?”. ”Lha njih Mas, soale teng phonebooke jejeran je”, Mas Sulis mencoba menjelaskan. ”Oooo……ngoten, njiih mboten nopo-nopo kok Mas, niki nomer enggal njiih?, jawab saya. ”Njiiih Mas…….njing ampun supe mampir Saung Nini njih?Pareeng riyin njiih Mas!”, pamitnya. ”Njiih Mas…….monggo!!”, jawab saya seraya menutup telpon.




Salah satu sifat Allah adalah esa, atau tunggal, dalam teori fiqih disebut wahdaniyah. Oleh karena itu merupakan suatu kemustahilan jika dikatakan Tuhan berbilang atau lebih dari satu. Jika tuhan seseorang banyak, berarti dia memiliki tuhantuhantuhantuhantuhan……..jadilah hantu, kata sang begawan filsafat Damardjati Supadjar.
Jum’at minggu kemarin Ndalem KK kedatangan tamu priyagung dari kampung, seorang tetangga rumah. Kedatangan sang priyagung sekedar andrawina, dolan-dolan jajah kutha nlisih kahanan donya. Tris, priyagung saya ini, putra pertama Lik Wandi, tetanggaku yang beberapa tahun silam pernah merantau di Bekasi sebagai buruh pabrik kontrak, dan kini ia ditugasi untuk ngemong kedua orang tuanya yang semakin renta di kampung selepas sang adik semata wayang ngayahi jejibahan sebagai bebentenging negara, menjadi tentara di perbatasan rimba Papua.




